Hari ini liburan imlek ke rumah
nenek di Rupat, salah satu pulau di sekitar Dumai – Riau perjalanan pulang naik
Kapal yang menempuh hampir 2 jam perjalanan..
Puji Tuhan, Ombaknya luar biasa
kenceng.. :D
Diperjalanan saya mulai
mempelajari situasi yang kami alami..
Ombak, Badai, Angin di ibaratkan
sebuah masalah,tantangan,persoalan hidup dan sebagainya..
Di pertengahan jalan, kapal yang
kami tumpangi mesinnya mati hingga kami tidak bisa melanjutkan perjalanan dan
berhenti di tengah lautan dengan situasi yang kacau.. karna melihat respon
masing2 penumpang yang beraneka ragam
1. Ada
yang menangis ketakutan
2. Ada
yang muntah – muntah
3. Ada
yang berteriak
4. Ada
yang cuek
5. Ada
yang sakit kepala karna gak tahan
6. Ada
yang tenang.
Pertama saat mengalami hentakan
kapal yang mengenai ombak, perutku terasa sakit.. tapi setelah belajar tenang
dan menikmati betapa indahnya berada di atas ombak serasa berayun – ayun J namun di dalam hati
yang tenang aku mulai takut karna kapal yang kami tumpangi tiba2 berhenti L di saat itu aku
langsung Doa, karna jujur secara manusiawi aku masih takut.
Sedikit di ingatkan, saat kita
ingin mencapai suatu tujuan kita akan sampai ke tujuan tersebut namun kita akan
lewati dulu gelombang, badai, angin. yang membuat kita tenang melewati itu
karna kita mempunyai persiapan di awal hidup kita. Apa itu..? yaitu penyertaan
Tuhan Atas hidup kita. Namun kenapa terkadang saat awal langkah hidup yang kita
percayakan di dalam tanganNya kita mesti lewati lagi masa yang sukar..? itu
karna Tuhan ingin kita senantiasa Hidup Bergantung di dalam Dia. Dan tinggal di
dalam Dia.
Saat kita lakukan apa yang Tuhan
inginkan, percayalah engkau akan sampai apa yang menjadi Tujuanmu hidupmu.
Karna tanpa Tuhan “ kita hanyalah
lutut yang bergoyang, yang bila – bila waktu akan jatuh “ namun di dalam Dia
kita tidak akan pernah terjatuh sampai terluka sebab Dia pernah berjanji “ kita
tidak akan pernah di biarkan jatuh sampai tergeletak”.
GBU :)